Akhirnya hati saya benar-benar lega! Saya telah menemukan sebuah sistem yang sesuai dengan visi dan falsafah hidup saya, yaitu bahwa “kebajikan haruslah tanpa batas”. Adalah benar bahwa setiap individu mempunyai keterbatasan dalam mengungkapkan dan mewujudkan kebajikan di dalam hidupnya. Tapi keterbatasan itu tidak boleh dibatasi oleh suatu sistem sosial, kultural, politik, maupun ekonomi dan bisnis manapun, sebab pembatasan seperti itu akan mengkerdilkan manusia dan kemanusiaannya.
Dari pengalaman terdahulu saya merasa muak dengan kepura-puraan. Di dalam beberapa sistem bisnis network setiap anggota membangun tim (jaringannya) masing-masing. Tidak jarang hubungan dan kerjasama dalam tim sangat bagus dan menjadi modal bagus menuju sukses.
Namun kekurangan mendasar dari sistem itu adalah bahwa kebajikan (dalam bentuk saling membantu) hanya berlaku dalam tim dari satu silsilah atau garis sponsorisasi. Para leader saya dulu bahkan memberi nasihat ekstrim, “Jangan crosslining. Jangan membawa orang dari garis sponsorisasi berbeda di dalam mobil Anda.” Wah-wah… segitu ekstrimnya? Bagaimana kalau yang crossline itu adalah teman dekat kita?
Dalam sistem yang saya sebut “sistem anti-crosslining” kebajikan terasa seperti kepura-puraan.
Dengan anti-crosslining Anda tidak dapat menjadikan teman sejati bagi semua orang.
SATU DUNIA SATU TIM
Keionics9X mempromosikan semangat yang sungguh berbeda, yaitu semangat “Satu dunia satu tim” (One World One Team).
Semangat dan semboyan ini bukanlah semangat dan semboyan kosong, sebab memang didukung oleh sistem. Bagaimana?
Setiap anggota (affiliate) dari Keionics9X masuk dalam satu “pool” yang disebut “Global Pool”. Dalam pool ini mengenai pembagian keuntungan (profit sharing) tidak dikenal istilah crossline: Kita Semua Adalah Teman. Jadi semua orang bekerja untuk pool tersebut dan hasilnya juga untuk pool.
Dengan model ini orang dari garis sponsorisasi manapun otomatis saling membantu. Orang di Argentina, Belanda, Italia atau India bekerja juga untuk saya walaupun top upline mereka dari garis silsilah yang berbeda. Begitu juga saya… pekerjaan saya juga untuk mereka.
Saya merasakan bahwa model ini sungguh mengurangi hasrat keserakahan dan kecenderungan merebut anggota/prospek orang lain. Dan kita menjadi legowo bila teman kita ternyata gabung dengan orang lain.
Kerjasama dalam tim menjadi lebih kompak…. tanpa terkendala posisi dalam silsilah atau garis sponsorisasi. Semua anggota adalah teman… we’re all friends!
Dengan semangat “Satu Dunia Satu Tim” kita lebih bebas untuk mencintai dan berbuat baik.
Kebajikan tidak dibatasi oleh sekat-sekat crossline, upline dan downline. Kita adalah Satu!





Add to Google